h1

Quotes from my Fb status

July 8, 2009
I used to say I and me, now it’s us, now it’s me
you are not alone…
Besok kita Lanjutkan saja..
Next stone: nurturing assets!
It’s a new day.. It’s a new life!
Subhanallah, hidup mengalir sangat cepat.. Kemarin lusa tidur dalam tenda di puncak pangrango, malam ini di sebuah hotel berbintang di Jakarta, yaa muqallibal quluub, tsabit qalbi ‘ala diinik..
Selamat tinggal sayang..
Kembali dari sebuah perjalanan panjang, belajar akan cita dan cinta di Lembah Kasih..
Dear all.. Aku sejenak menghilang dari peradaban jumat sabtu ini. Bertapa di gunung Gede Pangrango.
Kalian yang selalu baik kepadaku, kemarilah, katakan kepadaku, dengan apa aku bisa membalas semua kebaikanmu?
Aje gile
Kita terpisah saudaraku. Raga, tidak jiwa. Aku masih dan akan selalu merasai keberadaanmu dengan seluruh kebahagiaan yang pernah,sedang,dan selalu kita bagi. Disebabkan ukhuwah, cinta karena Allah yang menjadikannya abadi. Karena perjumpaan yang sejati, hanya di surga nanti adanya, saudaraku. (dedicated to all my bro n sis, khususnya my dearest bro’ Dani Badra yang sering merasa kesepian belakangan ini)
Bandung diserang bonex, tak va va, kita sambut saja mereka dg menyanyikan lagu kebangsaan kita, “viking bonex sama saja, asal jangan the jak, the jak itu … “
Enaknya ngelamunin apa ya?
Waktu melambat…
Akhir2 ini banyak yang bertanya kepada saya bahwa saya br mendapat pekerjaan sebagai Field Engineer, saya ingin mengatakan kpd mereka bahwa, “saya tidak pernah berganti pekerjaan, saya masih dan selalu bekerja sbg penyeru di jalan Allah. Namun kalau dulu sy mengisi waktu luang dengan mengajar fisika, maka sekarang dengan menjadi Field Engineer”. Nahnu du’at qabla kulli syaiin, insya Allah..
On the road to jakarta, while listening to aisyah adinda kita.mp3
Which one is yours: “I’m single, but I’m very happy” or “I’m very happy, but I’m single” ?
Bermalam di Habiburrahman. Bertaqarub kepada Allah. Bermunajat kepadaNya akan suatu awal yang berkah, dan akhir yg penuh ampunan dan keridhaan utk suatu episode kehidupan yang telah dilalui.. Rabbiadkhilnimudkhalashidqi, waakhrijnimukhrajashidqi..
Abis gajian terakhir di Edulab! Terima kasih Edulab…
Kawans, adakah daku memiliki suatu utang-piutang atau suatu perkara yang belum terselesaikan denganmu? Tolong ingatkan aku, sebelum meninggalkan Bandungku tercintah ini..
Kau jauh dariku.. Kau tetap menjauh dari aku.. Biarlah ku rela.. Berikanlah aku kekuatan..
Just don’t take it too seriously, always have a space for joy and happiness, as well as pleasure for any sorrow..
Bagi saya, liqa dan syura itu seperti sarapan pagi dan makan siang..
Hidup adalah soal keberanian.. Menghadapi tanda tanya tanpa kita mengerti.. Tanpa kita bisa menawar.. Terimalah dan hadapilah
cahaya bulan menusukku.. dengan ribuan pertanyaan.. yang tak kan pernah kutahu dimana jawaban itu.. bagai letusan merapi.. bangunkan ku dari mimpi.. sudah waktunya berdiri.. mencari jawaban kegelisahan…. hati… (from GIE)
Gede 3019m dpl, i’m coming.. To praise your Creator
Ngajedog
I’m Yours..
Shooting star..
Surga hanya menemukan definisnya di hati para pejuang -alm. Sigit F- (tiba2 terlintas ikhwah,kakak teladan, ketika pertama berjumpa dengannya di oskm2004, dan pertama berbincang dengannya di koridor utara salman, lepas isya)

I used to say I and me, now it’s us, now it’s me

you are not alone…

Besok kita Lanjutkan saja..

Next stone: nurturing assets!

It’s a new day.. It’s a new life!

Subhanallah, hidup mengalir sangat cepat.. Kemarin lusa tidur dalam tenda di puncak pangrango, malam ini di sebuah hotel berbintang di Jakarta, yaa muqallibal quluub, tsabit qalbi ‘ala diinik..

Selamat tinggal sayang..

Kembali dari sebuah perjalanan panjang, belajar akan cita dan cinta di Lembah Kasih..

Dear all.. Aku sejenak menghilang dari peradaban jumat sabtu ini. Bertapa di gunung Gede Pangrango.

Kalian yang selalu baik kepadaku, kemarilah, katakan kepadaku, dengan apa aku bisa membalas semua kebaikanmu?

Aje gile

Kita terpisah saudaraku. Raga, tidak jiwa. Aku masih dan akan selalu merasai keberadaanmu dengan seluruh kebahagiaan yang pernah,sedang,dan selalu kita bagi. Disebabkan ukhuwah, cinta karena Allah yang menjadikannya abadi. Karena perjumpaan yang sejati, hanya di surga nanti adanya, saudaraku. (dedicated to all my bro n sis, khususnya my dearest bro’ Dani Badra yang sering merasa kesepian belakangan ini)

Bandung diserang bonex, tak va va, kita sambut saja mereka dg menyanyikan lagu kebangsaan kita, “viking bonex sama saja, asal jangan the jak, the jak itu … “

Enaknya ngelamunin apa ya?

Waktu melambat…

Akhir2 ini banyak yang bertanya kepada saya bahwa saya br mendapat pekerjaan sebagai Field Engineer, saya ingin mengatakan kpd mereka bahwa, “saya tidak pernah berganti pekerjaan, saya masih dan selalu bekerja sbg penyeru di jalan Allah. Namun kalau dulu sy mengisi waktu luang dengan mengajar fisika, maka sekarang dengan menjadi Field Engineer”. Nahnu du’at qabla kulli syaiin, insya Allah..

On the road to jakarta, while listening to aisyah adinda kita.mp3

Which one is yours: “I’m single, but I’m very happy” or “I’m very happy, but I’m single” ?

Bermalam di Habiburrahman. Bertaqarub kepada Allah. Bermunajat kepadaNya akan suatu awal yang berkah, dan akhir yg penuh ampunan dan keridhaan utk suatu episode kehidupan yang telah dilalui.. Rabbiadkhilnimudkhalashidqi, waakhrijnimukhrajashidqi..

Abis gajian terakhir di Edulab! Terima kasih Edulab…

Kawans, adakah daku memiliki suatu utang-piutang atau suatu perkara yang belum terselesaikan denganmu? Tolong ingatkan aku, sebelum meninggalkan Bandungku tercintah ini..

Kau jauh dariku.. Kau tetap menjauh dari aku.. Biarlah ku rela.. Berikanlah aku kekuatan..

Just don’t take it too seriously, always have a space for joy and happiness, as well as pleasure for any sorrow..

Bagi saya, liqa dan syura itu seperti sarapan pagi dan makan siang..

Hidup adalah soal keberanian.. Menghadapi tanda tanya tanpa kita mengerti.. Tanpa kita bisa menawar.. Terimalah dan hadapilah

cahaya bulan menusukku.. dengan ribuan pertanyaan.. yang tak kan pernah kutahu dimana jawaban itu.. bagai letusan merapi.. bangunkan ku dari mimpi.. sudah waktunya berdiri.. mencari jawaban kegelisahan…. hati… (from GIE)

Gede 3019m dpl, i’m coming.. To praise your Creator

Ngajedog

I’m Yours..

Shooting star..

Surga hanya menemukan definisnya di hati para pejuang -alm. Sigit F- (tiba2 terlintas ikhwah,kakak teladan, ketika pertama berjumpa dengannya di oskm2004, dan pertama berbincang dengannya di koridor utara salman, lepas isya)

-17 Juni to 8 Juli 2009-

h1

HARAPAN ITU ADA DI GENERASI ANOMALI

May 13, 2009

Obsesi dan harapan akan kejayaan bangsa ini kian hari kian menguat. Betul, setiap hari kita disuguhi dagelan politisi. Memang, tiap hari kita diberitai hal-hal buruk seputar kriminalitas, ketimpangan ekonomi, dan kebejatan moral. Demikian adanya, bahwa generasi muda masih banyak yang mengalami kehilangan orientasi. Seperti tayangan “live” acara musik tiap pagi di sebagian besar stasiun televisi yang selalu dipadati remaja di pust-pusat perbelanjaan. Kemana mereka dan apa yang sedang mereka lakukan sesungguhnya. Alih-alih bekerja keras, mencari ilmu, dan melakukan hal-hal bermanfaat lainnya, saudara-saudara kita lebih memilih “bergembira” bersama artis pujaan yang menyanyikan syair-syair dangkal dan murahan. Ditambah lagi dengan laga para penyiarnya yang sangat gembira dan bahagia karena telah menghibur para pemirsanya, padahal uang yang masuk ke perut meraka tidak ada harganya dibandingkan jasa mereka yang telah membantu anak-anak muda itu membunuh masa depannya sendiri.

Bagaimana pun, obsesi dan harapan akan kejayaan bangsa ini kian hari kian menguat. Masih ada pemimpin-pemimpin beintegritas dan bervisi di antara para politisi. Masih ada berita baik di rangkaian berita buruk yang menceritakan prestasi anak negeri di perlombaan sains dan teknologi di tingkat nasional maupun internasional. Atau mereka yang membuat karya untuk pengembangan masyarakat kecil dan pedesaan. Seperti dalam acara talk show di salah satu TV swasta yang mengangkat orang-orang yang telah melakukan suatu kebermanfaatan. Dan masih ada orang-orang baik di sekitar kita yang tak terberitakan maupun diwawancarai.

Mereka adalah sebagian kecil orang-orang yang menjadi anomali dari sistem pendidikan kita yang masih mengalienasi dan mendehumanisasi peserta didiknya. Sistem pendidikan yang menghebatkan para siswa menjawab soal-soal pelajaran yang rumit namun mereka tidak bisa menjawab pertanyaan sesederhana “hendak jadi apa kamu sebenarnya?”. Mereka semua memiliki satu kesamaan, yaitu mereka adalah para pembelajar sejati yang belajar tidak hanya di bangku pendidikan formal, di mana karakter, semangat, dan visi mereka pada umumnya terbangun tidak di bangku formal tersebut. Mereka biasanya tercerahkan di dunia organisasi, pengajian, di lapangan, jalanan, pertemanan, atau pun pembelajaran yang otodidak, atau jika beruntung mereka masih menemui satu atau dua orang guru yang masih sejati di bangku formal tersebut. Itulah mengapa saya sebut mereka sebagai anomali dari sistem pendidikan Indonesia. Mereka pun anomali dari kaum sebayanyanya dan arus industri yang menyasar mereka. Saat sebagian besar kawan-kawannya sedikit menghabiskan waktunya untuk belajar, maka ia sedikit menghabiskan waktunya untuk bermain. Saat yang lain mencontek dalam ujian, maka ia memperingatkan mereka untuk tidak mencontek. Saat orang lain gandrung dengan budaya pop dan hedon, maka mereka tidak suka bahkan membencinya.

Fenomena ini sesungguhnya mirip dengan apa yang terjadi di era kebangkitan nasional dahulu. Tokoh-tokoh besar kita; Soekarno, Hatta, Natsir, Syahrir, Tan Malaka, dan yang lainnya memiliki satu kesamaan yaitu mereka sama-sama pernah mengenyam pendidikan dari kolonial. Lalu apa kesamaan mereka yang membedakan mereka dengan orang-orang terpelajar lain yang jumlahnya jauh lebih banyak dan sekedar mencari penghidupan menjadi amteenar, bupati, atau tenaga administratif di pabrik serta perkebunan Belanda saja?

Kualitas pertama para pahlawan itu ialah mereka belajar bukan hanya agar lulus dari sekolah saja, melainkan mereka belajar untuk memperoleh pengetahuan sejati (kebenaran dan kebijaksanaan). Soekarno yang seorang mahasiswa Teknik Sipil tidak hanya membaca buku Konstruksi Beton, ia pun belajar agama Islam kepada H.O.S Tjokroaminoto, ia pun banyak membaca buku-buku sejarah, filsafat, politik, dan ekonomi pemikir-pemikir barat maupun Timur. Kekayaan referensi beliau bisa kita baca pada buku Indonesia Menggugat yang memiliki kutipan dan referensi yang luas sekali. Maka dengan kebenaran dan kebijaksanaan yang mereka peroleh dan yakini itulah, mereka menjadi pribadi yang memiliki keberanian dan integritas.

Kualitas kedua adalah mereka tidak hanya membaca pengetahuan formal yang ada di text book saja, melainkan mereka membaca dengan makna sesungguhnya (iqra). Yaitu membaca sejarah, membaca lingkungan, membaca masyarakatnya. Dr. Mohammad Hatta yang saat itu belajar ilmu ekonomi di Rotterdam secara formal hanya bergelut dengan aliran mainstream ekonomi saat itu; neoklasik (liberal) dan marxis (sosialisme). Namun Bung Hatta ialah seorang yang membaca sepenuh akal dan jiwanya, ia membaca dan berempati kepada masyarakatnya. Ia tidak lantas menjadi pembebek liberalis ataupun marxis. Hasilnya ia memformulasikan suatu konsep genuine bagi bangsa Indonesia; ekonomi kerakyatan atau ekonomi pancasila.

Kualitas ketiga ialah mereka memiliki visi dan bahwasannya gelar atau prestise bukan hal yang penting bagi mereka. Selepas AMS Muhammad Natsir ditawari untuk sekolah Hukum atau Ekonomi ke negeri Belanda. Namun ia menolak, dan ia memilih mendirikan sekolah dan mengajar di Bandung. Hal ini menunjukan suatu karakter yang hebat dari seorang pribadi yang berkualitas yaitu ia fokus pada visinya, dan ia tahu apa yang terbaik baginya. Seperti yang diungkapkan dengan sangat indah oleh Minke dalam Bumi Manusia-nya Pram, “Urusanku bukanlah harta, pangkat, dan kedudukan saja. Urusanku adalah bumi manusia dengan segala persoalannya.”.

Kualitas keempat ialah mereka orang-orang yang cakap memimpin dan gaul (berorganisasi dan memiliki jaringan yang baik). Soekarno awalnya dengan Klub Studi Bandung lalu terakhir mendirikan PNI, Natsir bergabung dengan Ahmad Hassan dalam Persatuan Islam, dan semua tokoh kita lainnya saat itu pasti terlibat aktif dalam sebuah organisasi. Yang paling fenomenal ialah Tan Malaka, ia menjelajah hampir seluruh benua Eropa dan Asia sebagai seorang agen Komintern. Mulai dari Belanda, Jerman, Rusia, Kanton, Filipina, Singapura, Thailand, Shanghai, Hongkong, Burma, Malaysia, hingga terakhir menjelajah Jawa dan Sumatra.

Selalu, para pahlawan ialah pengecualian (exeception) dari zamannya. Dan memang untuk membuat suatu perubahan sejarah tidak perlu menunggu mayoritas berubah. Karena perubahan sejarah selalu dilakukan oleh orang yang sedikit dan bahkan dimulai hanya oleh satu orang. Yang perlu dilakukan adalah mencetak generasi perubah ini hingga jumlahnya cukup (melampaui treshold untuk suatu perubahan sosial), menghimpun mereka dalam barisan, lalu perhatikan apa yang terjadi. Dan hari ini fenomena-fenomena itu makin jelas terlihat di negeri ini. Tinggal kita memilih untuk diri kita sendiri; hendak menjadi apa. Dan itu dimulai dengan memilih bagaimana kita belajar.

h1

8 FAQ Seputar Pemilu dan Golput

April 6, 2009

1. Q: Bagaimana Islam memandang politik?
A: Manusia diciptakan untuk beribadah, artinya setiap yang kita lakukan mulai dari shalat, belajar, berpolitik, hingga buang air ialah ibadah dan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Maka Islam bukan hanya ibadah ritual dan sistem kepercayaan semata. Ia adalah sistem kehidupan yang syamil dan mutakamil (menyeluruh, utuh, dan sempurna) yang membimbing manusia mencapai kebahagiaan sejati dalam semua aspek; politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam, pendidikan, keluarga, dan yang lainnya. Semuanya dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Cara pandang sekuler (memisahkan agama dari negara, atau menjadikan agama hanya di kehidupan pribadi saja tidak di kehidupan umum) adalah pandangan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Sekulerisme adalah bentuk trauma Eropa atas hegemoni gereja pada zaman dark age of europe. Di mana saat itu banyak penyimpangan dilakukan kaum gereja yang bersekongkol dengan kaum bangsawan untuk menindas dan mengisap rakyat secara diktator (lihat film Robin Hood, Braveheart, atau Kingdom of Heaven). Sehingga saat Renaissance (pencerahan Eropa), para intelektual dan kaum reformis muncul dengan ungkapan “berikanlah hak raja pada raja, dan berikanlah hak Tuhan pada gereja”. Sebaliknya, saat umat Islam menerapkan syariat Islam pada periode kekhilafahan rasyidah, Ummayah di Syam, Abbasiyah di Baghdad dan Spanyol, Utsmaniyah di Turki, umat Islam berhasil membangun peradaban yang penuh kecemerlangan ilmu pengetahuan, keadilan, dan kasih sayang bagi semua umat manusia (bukan umat Islam saja) selama 13 abad. Sebaliknya hari ini saat umat Islam terhinggap penyakit sekulerisme, kaum muslim dalam kondisi yang memprihatnkan seperti negeri kita ini. Krisis global yang melanda dunia hari ini, termasuk yang paling parah tergoncang adalah negara-negara maju yang selama ini kita kagumi, mestinya menjadi pelajaran bahwa sistem buatan manusia telah dan pasti akan gagal membawa manusia pada kebahagiaan, keadilan, dan kesejahteraan, dan bahwasannya sistem kehidupan yang layak untuk membimbing kehidupan manusia adalah Syariat Islam.
Soe Hok Gie pernah mengatakan bahwa politik tai kucing adalah barang yang paling kotor. Maka hal itu menjadi nyata saat agama dan kesalehan moral dikebiri dari dunia politik. Tinggallah dunia politik diisi dengan video dan foto cabul anggota dewan, cerita korupsi yang tiada ujungnya, serta intrik jahat penjualan aset negara dan penggadaian SDA Indonesia.

2. Q: Kenapa ada partai Islam?
A: Idealnya partai Islam dibentuk untuk beramar ma’ruf nahi munkar (QS Ali Imran: 104), serta memperjuangkan agar hukum-hukum Allah yang menjadi aturan hidup dalam semua bidang kehidupan (QS Al Maidah: 50). Jika kedua hal itu dilaksanakan maka negeri kita menjadi negeri baldatun thayyibun wa rabbun ghafur (negeri yang diberkahi dengan kebaikan dan ampunan Allah swt). Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan “jika engkau melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tanganmu, jika tidak sanggup ubah dengan lisanmu, jika tidak sanggup maka ingkarilah dengan hatimu dan itulah selemah-lemahnya iman”. Dengan para da’i dan orang-orang saleh yang memiliki kekuasaan maka amar ma’ruf nahi munkar dapat dilakukan dengan tangan (kekuasaan). Sehingga inilah urgensi partai dakwah (Islam). Dan Indonesia adalah negeri yang ironis, di mana 80 persen berpenduduk muslim, tetapi negeri ini selalu dipimpin oleh partai sekuler. Umat Islam Indonesia belum pernah dipimpin oleh pemimpin muslim sejati (walau presiden semuanya beragama Islam) yang menjadikan Islam sebagai ruh kehidupan bernegara, sehingga beginilah wajah negeri kita hari ini.

3. Q: Mengapa banyak jama’ah dan partai Islam, serta mengapa ada partai Islam yang terlibat korupsi?
A: Perbedaan adalah sebuah sunatullah, walau idealnya partai Islam bersatu dalam sebuah partai seperti yang pernah ada tahun 1955 dalam Masyumi walaupun itu juga belum ideal. Namun hendaklah kondisi tidak ideal ini harus disikapi dengan arif dengan tidak menyalahkan mereka, tetapi justru memandang ini sebagai suatu kekuatan dan strategi di mana setiap karakter menjadi terfasilitasi dengan pilihan partai Islam yang banyak itu. Sehingga setiap partai Islam sinergi dengan kekuatan masing-masing. Dalam Al Quran disebut fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Ingat, persatuan sesungguhnya bukanlah sekedar membuat warna dan lambang yang sama, melainkan terjalinnya ukhuwah Islamiyah dan saling tolong menolong dalam kebaikan. Itulah esensi persatuan umat Islam. Jika hati dan idealisme sudah bersatu dalam perbedaan warna, persatuan fisik hanya menunggu waktu atau bahkan menjadi tidak urgen lagi.
Adapun partai Islam yang terlibat korupsi maka sepenuhnya kesalahan ada di tangan orang-orangnya, bukan Islamnya. Barangkali sistem kaderisasi dan kontrol yang lemah. Oleh karena itu kita pun harus cerdas memilih partai Islam yang terbaik dari yang terbaik. Kita lihat track record-nya.

4. Q: Apa hukumnya memilih pemimpin dalam Islam?
A: Dalam Islam secara umum memilih pemimpin adalah kewajiban, bukan hak. Dalam sebuah keterangan disebutkan bahwa “jika ada tiga orang melakukan perjalanan, maka angkatlah salah satunya sebagaim pemimpin”. Apalagi sebuah sebuah negara. Mengapa kepemimpinan begitu penting? Karena sebagian nasib dan kehidupan kita bergantung pada pemimpin. Bagaimana bisa melaksanakan haji jika tidak ada pemerintah yang mengurus kepergiaan jamaah haji yang jumlahnya 200.000 jama’ah per tahun, juga pelaksanaan zakat. Atau bagaimana kesejahteraan dan mata pencaharian, bagaimana pendidikan dan keadilan yang kita dapatkan semuanya bergantung kepada seperti apa pemimpin kita.
Kriteria pemimpin ialah sepeti sosok Rasululullah saw yaitu shidiq (jujur), amanah, fathonah (cerdas), dan tabligh (komunikatif), serta menjadikan aturan Allah sebagai konsepnya dan dia adalah orang yang saleh (ta’at pada Allah) seperti dalam QS Al Ma’idah ayat 55. Kita juga tidak boleh memilih orang yang tidak se-aqidah sebagai pemimpin (QS Al Ma’idah ayat 51). Serta kita tidak boleh memilih karena alasan ashabiyyah (fanatisme golongan atau kesukuan), serta harus memilih pemimpin yang memiliki kapasitas. Dalam sebuah hadits dikatakan “jika suatu amanah diberikan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kebinasaannya”.

5. Q: Jika tidak ada yang memenuhi kriteria di atas, apakah golput saja?
A: Golput pun adalah sebuah pilihan yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Sekali lagi memilih pemimpin secara umum adalah kewajiban, bukan sekedar hak. Jika tidak ada yang ideal, maka para ulama memiliki kaidah “jika tidak bisa mendapatkan seluruhnya, jangan tinggalkan semuanya”, maka pilihlah yang paling leuheung dari semua pilihan yang ada. Atau jika semuanya jelek, maka pilihlah yang paling sedikit jeleknya di antara mereka. Dalam kaidah ushul fiqih disebutkan “ambil keburukan yang paling sedikit dari keburukan-keburukan yang ada”. Sesungguhnya golput sama dengan memilih partai apa pun yang menang, karena presentase suara mereka menjadi besar akibat besarnya angka golput. Selain itu, golput artinya membiarkan orang-orang korup dan yang tidak pro-Islam menjadi pemimpin kita. Artinya golput adalah pilihan dengan akal yang kurang sehat dan sangat tidak bertanggung jawab. Sungguh konyol jika ada di antara kita yang menyeru untuk golput.

6. Q: Memangnya boleh bergabung dengan sistem demokrasi yang sering mengorbankan idealisme dan prinsip Islam?
A: Jika meyakini demokrasi sebagai sebuah sistem kehidupan yang ideal maka jelas itu pandangan yang batil, karena Islam ya’lu wa laa yu’la ‘alaih (Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya). Selain itu juga berarti menjadikan thagut, ilah (sesuatu yang dijadikan aturan dan diaati) selain Allah. Jadi tidak boleh menjadikan demokrasi sebagai ideologi atau sistem ideal yang diperjuangkan, salah satunya karena demokrasi mengatakan “kedaulatan di tangan rakyat”, tetapi Islam meletakan keadulatan di tangan Allah (syariat) yang harus ditaati semuanya termasuk raja atau presiden (jadi pemerintahan Islam bukan teokrasi). Namun demikian menurut para ulama moderat (antara lain Dr. Yusuf al Qaradhawi) menyatakan demokrasi masih lebih baik daripada kediktatoran dan absolutisme atau fasisme. Karena ada sebagian semangat demokrasi yang senafas dengan Islam yaitu adanya musyawarah dan egalitarian (persamaan hak dan kewajiban). Dan dalam prakteknya, cara demokrasi seperti bermusyawarah atau voting untuk hal-hal yang tidak ditentukan teknisnya oleh syariat, dilakukan oleh Rasululullah saw. Jadi para ulama berpendapat bahwa tidak mengapa bergabung dengan demokrasi dengan tujuan memperjuangkan tegaknya Islam dan berdakwah kepada para penguasa dengan bergabung dalam sistem demokrasi (parlemen) selama memandang demokrasi hanya sebatas sarana dan konsensus belaka.

7. Q: Apakah efektif memperjuangkan Islam dalam sistem demokrasi?
A: Cerita manis keberhasilan dakwah melalui parlemen adalah Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Turki. Turki adalah sebuah negara yang sangat sekuler, bahkan jilbab pun dilarang digunakan di tempat publik seperti sekolah, RS, dan kantor pemerintahan. Bahkan sempat azan pun sampai harus dilakukan dalam Bahasa Turki. Namun kemudian para aktivis Islam di sana bergerak dan berjuang melalui parlemen. Setelah bepuluh tahun Turki dipimpin oleh partai nasionalis sekuler dan korup, dengan izin Allah pada tahun 2002 AKP menang mutlak di parlemen Turki dan menempatkan tokoh muslim yang saleh yaitu Abdullah Gul sebagai Presiden Turki dan Recep Tayyip Erdogan sebagai PM. Sejak saat itu jilbab tidak dilarang, karena sang ibu negaranya menggunakan jilbab di istana, dan juga syiar Islam mulai marak serta perekonomian dan peran politik Turki mengalami kemajuan yang signifikan.
Contoh lain adalah HAMAS di Palestina, setelah sebelumnya mereka dipimpin partai sekuler yang dikenal korup yaitu Fatah. HAMAS mendapatkan kemenangan mutlak karena mereka melakukan kerja keras yang nyata bagi rakyat Palestina dengan membangun sekolah, RS, pemberdayaan ekonomi, kaderisasi dan tarbiyah, serta melindungi rakyat Palestina dari zionis Israel la’natullah ‘alaih dengan Brigade Izzudin al Qassam-nya. Walaupun mereka terus digoncang dari luar oleh Israel dan dari dalam melalui persekongkolah Fatah, insya Allah itu justru membuat Palestina makin disegani dan berdaulat dan agresi Israel kemarin justru membuat HAMAS makin dicintai rakyatnya. Dua success story di atas bisa dijadikan benchmark bagi partai Islam di Indonesia yang hari ini juga makin progresif dan memperlihatkan tanda-tanda bahwa partai Islam akan makin besar dengan profesionalisme dan sikap yang amanah serta jauh dari korupsi.
Sesunguhnya watak dakwah Islam ialah moderat (pertengahan, adil), karena demikian Allah telah menjadikan umat Islam sebagai umatan washathan (umat pertengahan) dalam QS Al Baqarah ayat 143, dan Allah membenci sikap ekstrem (berlebih-lebihan) sehingga kita berlindung dari sikap demikian (QS Ali Imran ayat 147). Bandingkan dengan gerakan dakwah yang ekstrem dan berlebihan. Dengan tanpa mengurangi rasa hormat atas segala jasa beliau, kita harus belajar bagaimana kegagalan NII Kartosuwiryo yang bersikap ekstrem hendak menegakan negara Islam dengan cara instan lewat jalan pintas (pemberontakan). Mereka dengan mudah ditumpas dan cita-cita memperjuangkan Islam menjadi sistem di Indonesia menjadi jauh panggang dari api. Dan kini justru sempalan dari gerakan NII tersebut yang bergerak secara tertutup dan rahasia malah membuat sebagian pelajar dan mahasiswa menjadi takut ke masjid dan mengaji, karena orang tua mereka mewanti-wanti agar hati-hati terhadap pengajian yang mengajak mereka bergabung dan berbaiat lalu kemudian menyalah-nyalahkan dan mengkafir-kafirkan orang di luar kelompoknya.

8. Q: Jadi Partai Islam mana yang harus saya pilih?
A: Kita harus cerdas memilih. Pelajari platform partainya, lihat track recordnya. Terakhir berdoa kepada Allah swt sebelum masuk TPS dan mencontreng pilihan kita agar Allah swt memberi pemimpin yang mencintai kita dan kita pun mencintainya. Itulah sebaik-baik pemimpin. Wallahu’alam bi shawab.

h1

AKU INGIN

March 19, 2009

Entah mengapa hari ini aku teringat, sajak yang pertama kali kulihat beberapa tahun lalu. Tepatnya saat SMA, kelas satu. Menurutku ini puisi bertema cinta terbaik yang pernah aku temui hingga saat ini. Jika puisi bertema perjuangan memiliki “aku”,

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

(Chairil Anwar)

dan puisi kepahlawanan ialah “antara karawang-bekasi”,

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

(Chairil Anwar)

maka aku ingin menyatakan bahwa “aku ingin” ialah puisi cinta terbaik. Coba, simaklah bait-baitnya, kata per kata-nya,

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

(Sapardi Djoko Dharmono)

Kuat sekali, energi puisi ini sangat kuat. Tidak meletup-letup, tetapi gelombangnya sungguh menghempas. Sesuatu yang menjadi kekuatan inti puisi ini, ialah kesederhanaan dan kelugasan.

Aku tidak bermaksud apa-apa dengan menulis catatan ini. Aku hanya ingin menikmatinya saja untuk saat ini. Tapi jika suatu saat nanti puisi ini pun menemukan konteksnya, tentu akan sangat membahagiakan.

Biarlah datang pada waktunya,

dengan cara sempurna,

seperti kata yang terucap,

yusuf pada zulaikha,

yang menjadikannya terpenjara

h1

PEMILIH-PEMILIH DAN WAKIL RAKYAT BLOON

March 19, 2009

“Ah pusing, partai banyak banget, orang2 pada nampang tiba-tiba kaya bangkit dari kubur. Kertas suaranya juga gede banget. Bodo amat!!”
“gua gak yakin nanti bakalan milih apa gak, soalnya gua ngerasa kalo pemilu tuh cuman buang-buang duit puluhan triliyun, sedangkan hasilnya sama-sama aja, selama ini di Indonesia nyaris gak ada perubahan apa-apa”
“aku pikir… wakil-wakil rakyat gak ada yang bisa dipercaya, DPR penuh dengan korupsi, skandal cabul, juga orang-orang yang cuma bisanya tidur dan omong kosong. Juga partai-partai yang busuk-busuk, deketin rakyat kalau mau Pemilu aja sambil jual-beli suara. Semuanya rusak, gak ada yang pantes dipilih”
“Mau ada pemilu atau gak, gak ngaruh buat hidup gue, toh hidup gue juga masih ditanggung ama orang tua semuanya kok.”
“Ah, saya mah pilih nanti yang paling rame aja, dan paling keren dan gagah orangnya, atau yang banyak artisnya.. Daripada pusing-pusing kan?”
(Beberapa jawaban atas pertanyaan tentang pemilu, mau memilih yang mana)
Apakah jawaban kamu juga mirip salah satu di antaranya? Tulisan ini mencoba menjawab kebingungan teman-teman yang memilki jawaban seperti di atas. Pertama, saya akan bercerita tentang cerita bagaimana suatu hal yang kecil menentukan suatu hal yang besar. Begini ceritanya:

Kisah Si Culas dan Sesendok Air
Di sebuah kerajaan, seorang raja yang bijak mendapatkan ilham bahwa kerajaannya akan mengadapi masa merebaknya penyakit menular yang penyakit tersebut hanya bisa diobati oleh madu. Sang raja pun memerintahkan agar setiap orang menyerahkan sesendok madu yang harus dimasukan ke sebuah gentong di pusat kota setiap harinya. Sebagai persediaan obat saat penyakit menular tersebut merebak nanti.
Karena raja ini sangat mempercayai rakyatnya, setiap orang yang memasukan sesendok madu tidak diperiksa dengan ketat. Hingga ada seseorang, ia merasa dirugikan karena madu miliknya akan berkurang setiap hari. Oleh karena itu ia memiliki rencana. Bahwa ia tidak akan memasukan sesendok madu ke gentong tersebut, melainkan sesendok air! Toh, beberapa sendok air tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap segentong madu.
Beberapa waktu berselang, ilham Sang Raja betul-betul terjadi. Penyakit merebak dan persediaan madu di rumah-rumah warga sudah habis. Akhirnya gentong madu cadangan yang telah diisi dengan sesendok setiap hari tersebut harus dibuka. Sang Raja mengumpulkan rakyatnya di alun-alun, setelah berpidato menjelaskan kondisi yang terjadi, Sang Raja lalu membuka gentong tersebut. Tiba-tiba Sang Raja pingsan, syok. Di dalam gentong tersebut isinya air semua…

Begitu lah keadaan pemilu di negeri ini. Pada awalnya ada seseorang yang tidak bertanggung jawab dalam menentukan pilihannya. Kalau dahulu sebagian orang memilih karena status pekerjaannya, atau apa partai atasannya. Ada juga orang yang memberikan suaranya pada partai yang memiliki track record buruk karena partai tersebut memberinya kaos dan seamplop uang. Ada orang yang ikut-ikutan memilih partai yang kualitasnya belum jelas, hanya karena pesona kegantengan beberapa tokohnya. Atau memilih hanya sekedar iklannya paling sering muncul di TV. Dan berbagai bentuk pilihan irrasional lain. Hal inilah yang menjadi awal dari buruknya kondisi sebagian wakil rakyat kita.
Karena diawali oleh seorang. Hanya seorang yang tidak bersungguh-sungguh memilih pemimpin yang baik. Sekali lagi diawali dari seorang. Celakanya, ternyata orang lain yang berbuat sama pun sangat banyak. Dan begitulah hasilnya. Sama seperti seorang culas tadi, dan ternyata yang lain pun sama. Bayangkan kalau semua orang berpikiran yang sama atau apatis dalam Pemilu nanti? Mau seperti apa jadinya pemimpin-pemimpin di negeri ini? Tentu makin banyak video mesum anggota DPR, tentu KPK makin kewalahan menangkapi koruptor-koruptor Senayan, dan tentu masyarakat hidupnya makin susah karena wakilnya ialah orang-orang bloon yang bisanya hanya bolos rapat dan paling semangat kalau studi banding (baca: berdarmawisata) ke luar negeri. Yakinlah, orang-orang bloon bisa duduk di DPR bukan karena usaha mereka, tetapi karena ada orang-orang yang melakukan ke-bloon-an dalam bentuk-bentuk:
- Menjadi pemilih yang tidak bertanggung jawab seperti: memilih tanpa memperhatikan tuntunan agama (Al Qur’an dan Hadits) dalam memilih pemimpin, memilih karena politik uang, memilih karena simbol-simbol fisik semata (ganteng, cantik, dsb), memilih karena ikut-ikutan orang lain atau gosip yang lagi rame, memilih tanpa membandingkan atau tidak mengetahui informasi kontestan pemilu, memilih pemimpin dengan cara menghitung kancing, serta bentuk-bentuk ke-bloon¬-an lainnya.
- Menjadi golput/ apatis. Karena artinya membiarkan caleg yang dipilih oleh pemilih-pemilih bloon (yang tidak bertanggung jawab) tadi menang Pemilu dan terpilih menjadi wakil rakyat.

TIPS: Agar tidak temasuk golongan pemilih bloon
1. Sadari betapa berartinya satu suaramu untuk masa depan negeri ini.
2. Ketahui kriteria Al Qur’an dan Sunnah mengenai pemimpin.
3. Jangan tertipu iklan/ gosip/ ikut-ikutan. Jadi pemilih cerdas, cari tahu fakta tentang konsep dan track record partai/ caleg mengenai:
a. Integritas partai tersebut, contoh praktis; tanya ke Mbah’ Google: “Daftar partai yang terlibat korupsi”.
b. Aksi konkret partai di luar momen pemilu, karena sebagian besar hanya berbuat saat pemilu saja, pasca pemilu yo wess.
c. Kinerja dan prestasi partai tersebut, bagaimana kiprah anggota legislatif, atau menteri, atau kepala daerah dari partai tersebut.

Wallahu’alam bi shawab

h1

Perbincangan Suatu Malam

March 6, 2009

Seorang berbincang dengan kawannya, suatu malam, melalui Yahoo Messenger

ya itu 22:29
takut gabisa 22:29
aaaaaah 22:29
mengerikan 22:29
kaya kuliah aja, 22:30
gak lulus, tinggal diulang 22:30
ampe lulus 22:30

Me
? 22:30
dapet C, 22:30
tinggal dicuci, jadi A 22:30
hehe 22:30
gak bisa? coba lagi ampe bisa.. 22:31
btw, kamu pernah gagal gak? 22:31

Me
nah 22:32
itu kang 22:32
saya nyaris gak pernah gagal 22:32
saya jadi takut gagal 22:32
coba lah gagal 22:33
sekali ajah.. 22:33
beuh rasanya, mantap 22:33
22:33

Me
AAAAAAAAAAARRRRGGHH 22:33
ini serius nih; 22:34
dalam perpektif manusia, manusia pasti pernah gagal 22:34
makanya chairil anwar bilang 22:35
“hidup hanya menunda kekalahan” 22:35
tapi gak begitu dalam perspektif Imani, 22:35
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al Baqarah: 216) 22:36
Hadits: “Sungguh ajaib perkara seorang mukmin, karena apa yang terjadi adalah kebaikan baginya, jika ditimpa hal yang tidak menyenagkan ia akan bersabar, dan jika mendapat kesenangan ia akan bersyukur, dan keduanya adalah kebaikan baginya” 22:38
Jadi dalam perspektif Iman, seorang mukmin tidak pernah gagal! 22:38

Me
subhanallah 22:39
aku mau tanya? 22:40
Rasulullah saw pernah gagal? 22:40

Me
iya lah 22:40
tp kan katanya seorang mukmin tidak pernah gagal 22:41
bahkan Rasulullah saw pun gagal, 22:41

Me
ya ampun kang 22:41
makasih banyak 22:41
bagaimana dakwahnya ditolak mentah2 di makah, 22:41
3 tahun diboikot, 22:41
dilempari kotoran binatang, 22:41
berdarah2 dilempar batu di Thaif, 22:42
giginya copot di perang Uhud.. 22:42
namun apakah itu semua kegagalan yang sejati? 22:42
jika dibandingkan dengan prestasinya, seperlima manusia memuja namanya hari ini, 22:43
dan ia menjadi manusia yang paling dimuliakan.. 22:43
pada akhirnya gagal atau berhasil ialah cara pandang 22:44
dari nilai-nilai yang ia jadikan pijakan 22:44
kegagalan atau keberhasilan ialah cerita tentang keimanan… 22:45
wallahu’alam bi shawab
h1

Indonesia Kemarin dan Hari Ini

January 30, 2009

Naskah orasi saya sewaktu mengisi pelatihan LKS OSIS SMAN 3 Bandung, semoga menggugah…

Saudaraku,

Kita telah mengetahui dari apa yang kita, lihat, dengar dan rasakan. Apa yang terjadi di negeri kita kemarin dan hari ini. Kita telah sama-sama mengetahui dari apa yang kita baca dan saksikan, berapa juta orang yang hari ini masih tidak tahu apakah nanti sore ia masih bisa makan atau tidak. Berapa juta anak-anak yang hari ini masih tidak mengerti, mengapa ia ada di perempatan-perempatan jalan. Juga 2,3 juta jiwa bayi aborsi per tahun, yang tidak mengerti mengapa ibunya membunuhnya. Sama seperti bingungnya juga rakyat kecil, mengapa wakilnya menjadi aktor-aktor skandal porno atau kasus-kasus korupsi di gedung-gedung dewan yang katanya terhormat.

Saudaraku,

Indonesia kemarin dan hari ini telah membuat sebagian besar anak-anak negerinya menjadi tidak yakin apakah ia masih bisa berharap. Apakah ia masih bisa berharap bahwa ia bisa hidup dengan layak sebagai manusia di negerinya sendiri. Apakah ia masih bisa berharap bahwa keadilan ditegakkan di negeri ini.

Saudaraku,

Indonesia kemarin dan hari ini juga telah membuat sebagian anak negerinya makin apatis dan tidak peduli. Mereka-meraka yang sebetulnya hidup nyaman karena darah dan air mata orang lain, berpikir bahwa ia tidak memiliki tanggung jawab apa pun, kecuali atas apa-apa yang nyaman baginya. Pesta seks, narkoba, film-film cabul, musik-musik dangkal, sinetron-sinetron murahan adalah bahasa mereka.

Saudaraku,

Jika kita hanya berkaca pada apa-apa yang terjadi di Indonesia kemarin dan hari ini. Sepertinya sudah tidak ada lagi harapan di Indonesia ini. Seolah Indonesia ialah kapal yang hendak karam. Seolah ia adalah seorang yang nampak tua dan lelah, yang kurus dan terbungkuk.

Saudaraku,

Sesungguhnya sejarah telah mengajarkan kita bahwa semua bangsa yang besar sebelumnya pernah terpuruk. Demikian roda sejarah berputar dan Allah mempergilirkan kejayaan di antara umat manusia agar manusia mendapat pelajaran dan agar ada orang-orang yang berjuang, yang kita sebut mereka para pahlawan.

Oleh karena itu, saudaraku, akan segera tiba masanya keadilan dan kesejahteraan dirasakan oleh setiap nyawa yang hidup di tanah tumpah darah ini. Akan segera tiba masanya kejayaan Indonesia, menjadi negara yang kuat dan berdaulat, yang bukan hanya sanggup menyelesaikan masalah yang ada di dalam negerinya. Bahkan lebih dari itu, Indonesia akan menjadi kontributor peradaban. Menjadi guru peradaban, yang mengakhiri kedzaliman dan kesewenang-wenangan pemmipin dunia saat ini. Dan masanya itu akan segera tiba, insya Allah.

Saudaraku,

Tinggal kini pertanyaanya, bilakah masa itu datang? Dan apakah kita saat masa itu datang? Apakah kita kemudian menjadi penonton yang berteriak riuh rendah di pinggir lapangan menyoraki para pemain. Atau bahkan menjadi orang-orang yang berbuat kerusakan dan tidak berguna sama sekali, sehingga Allah memusnahkannya dan menggantinya dengan orang-orang yang sanggup memikul beban dan bertanggung jawab atas kaumnya. Dan kita percaya bahwa kita bukanlah keduanya.

Saudaraku,

Tinggallah kita yang menentukan kapan kah masa itu tiba, dan siapakah kita saat itu. Dan kita percaya bahwa masa kejayaan itu tidaklah lama lagi. Karena hari ini, saya melihat dengan mata kepala saya. Sekelompok pemuda yang siap mewujudkan segera masa kejayaan itu. Sekelompok pemuda yang memahami hakikat keberdaan dirinya. Sekelompok pemuda yang memiliki tujuan, hendak kemana ia melangkah. Sekelompok pemuda yang siap belajar lebih banyak. Sekelompok pemuda yang mau bekerja lebih keras. Sekelompok pemuda yang siap memikul amanah dan tanggung jawab yang besar. Sekelompok pemuda yang bukan hanya tanggung jawab atas diri dan keluarganya semata, melainkan bertanggung jawab atas sejarah bangsanya.

Saudaraku,

Latihan kepemimpinan ini bukanlah sekedar ide untuk regenerasi organisasi kesiswaan di SMAN 3 Bandung, bukan sekedar program kerja yang dilakukan OSIS, apalagi sekedar ajang unjuk eksistensi diri. Sesungguhnya latihan kepemimpinan ini ialah ide dan cerita akan Indonesia masa depan. Sebuah cerita tentang para pemimpin muda Indonesia yang sedang dipersiapkan dan akan membawa bangsanya menjadi guru peradaban.

Maka hari ini kita yakin, maka pada hari ini kita percaya, dan kita akan meneriakkan dengan lantang kepada negeri ini: BANGKITLAH NEGERIKU, HARAPAN ITU MASIH ADA!!!

h1

Risalah Cinta

January 30, 2009

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui

bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka,

jika memang tebusan itu yang diperlukan.

Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka

jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini

selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami,

mengusai perasaan kami,

memeras habis air mata kami,

dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik bangsa ini,

sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.

Sungguh, kami berbuat di jalan Allah untuk kemaslahatan seluruh manusia,

Lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami.

Kami adalah milikmu wahai Indonesia-ku tercinta.

Sesaat pun kami tak akan pernah menjadi musuh bagimu.

(Diadaptasi dari Risalah Cinta, Imam Syahid Hasan al Banna)

h1

Married (Mengenal Enam Tipe Kepribadian)

January 25, 2009

Bukan, ini bukan cerita mengenai rencana untuk menikah. Ini adalah suatu eksperimen (tepatnya something stupid, but  not too stupid) yang saya lakukan di FB. Iseng-iseng berhadiah lah. Ceritanya saya penasaran mengganti status saya jadi married. Nah, ibrahnya ialah saya bisa membuat teori baru tentang kepribadian seseorang untuk menggantikan teori personalityplus-nya Florence Litauer yang mengkategorikan manusia ke dalam tipe kepribadian Koleris, Sanguinis, Melankolis, dan Plegmatis. Nah, beginilah hasil perenungan saya yang cukup mendalam ini.

Tipe kepribadian tersebut berdasarkan tanggapan mereka ialah:

1. Tulus

Wah, barakallah ri, kapan walimahnya? (Ani* K)

Selamat, Han (Jul*** S)

Jago juga ente… (Ins** K)

selamat han…barakallah…sudah dari kapan ya? (Ek* A)

BERN SIAP JADI PAGER BAGUS !! ahahaha.. (Ase* B)

hehehehe,ternyata eh ternyata
celetukan di eduleb bner
adeeeeeeeeeuuuuuuuuhhhhhh!

!!
^^
moga lancar
amiiiiin (Fitr* A)
mantaaaaap!!!! sukses trus brader =) (Angg*)

2. Analitis

heh? mau merit ato udah merit? kapan? (Reni** F)

seriusss kang??? klo jadi nikah,, undang saya ok,,,, (Achma* F)

serius ente? atau cari sensasi aja ini… (Er* A)

eh ini beneran??? (Benn* N)

Heueuh..jodohna saha ari maneh???
Enyaan ieu teh broder??Maneh nikah???
Sama apa?? (Ima* A)

3. Sinis

han..sareng awewe ato cowok???wuhahahahahahahha, maneh rek mancing2 sensasi wae nya… (Ikhw** A)

ah si kang rihan mah sok2 artis di infotainment
saya mau jadi pager cantik yaa (Dw* P) –> Tapi yang ini gak terlalu sinis, masih mending

Rihan… tong ngawadul maneh…. engke mun beneran maneh hajatan moal aya nu dateng.. gara-gara geus dibobodo ku maneh ayeuna… kade cilaka 12 maneh…. (Yahd* S)

4. Oportunis

asyik,, makan gratis. (Agun* S) -> Ini oportunis sejati

eh kng seriusan mau nikah? alhamdulillah. makan2 kang, haha. (Hafs** H) -> Ini oportunis sebagian

5. Posesif

weisss gak minta ijin gua dulu luh. (Yah** S)

6. Frustatif

Mereka yang gak nulis komen karena patah hati

Tulisan ini dan semua yang berkaitan dengan hal ini semata-mata dibuat untuk tujuan silaturahmi dan mengeratkan ukhuwah (bahasa kasarnya: naikkin traffic FB dan blog saya ini).

Mengenai status married, saya memang mau menikah.

‘ala kulli hal, ana minta maaf.

Piss brader en sistah!!! Salam Perjuangan!!!

h1

You’ll never walk alone

January 23, 2009

Are you a liverpudian?

You must be familiar with this one,

When you walk through the storm
Hold your head up high
And don’t be afraid of the dark
At the end of the storm
There’s a golden sky
And the sweet silver song of the lark

Walk on, through the wind
Walk on, through the rain
Though your dreams be tossed and blown
Walk on, walk on, with hope in your heart
And you’ll never walk alone
You’ll never walk alone

Walk on, walk on, with hope in your heart
And you’ll never walk alone
You’ll never walk alone

Great, our song inspires a flame of spirit