
Manifest
#1
Saat aku tah
Kemana nafas ini harus kujual.
Ke sana lah ku hendak melangkah
Ku tahu jalan amat panjang lagi menyakitkan yang mesti ku lalui
Bukan fatamorgana di sana
Ku cium semerbak raihan dari sini
Tidak tercium lagi amis darah dan debu bercampur mesiu
Dahaga dan perih yang kurasakan di sini
Yang kujual untuk seteguk air dari telaga kautsarMu
Aku tah
Aku bersaksi ini semua adalah haq
Badarkanlah diri ini,
uhudkanlah nafas ini,
khandaqkanlah ruh ini,
khaibarkanlah raga ini,
tabukkanlah qalbu ini,
mut’ahkanlah darah ini
Niscaya tiada sezarah pun di dada ini kegentaran selain padaMu
Telah berlalulah jasad manusia-manusia langit
Tetapi demi Allah, mereka masih hidup!
Merekalah saksi bagi manusia dan alam semesta
Dan tidaklah hidup ini indah kecuali kehidupan mereka
#2
Siapa yang hanya memikirkan dirinya sendiri
Dia akan hidup sebagai orang kerdil
Dan mati sebagai orang kerdil
Tapi, siapa yang mau memikirkan orang lain
Dia akan hidup sebagai orang besar
Dan wafat sebagai orang besar
Wahai Saudaraku, engkau merdeka dibalik jeruji
Wahai Saudaraku engkau merdeka walau terkungkung
Jika engkau bersandar kepada Allah
Maka bagaimana mungkin engkau terganggu oleh konspirasi hamba sahaya kezaliman
Saudaraku, engkau akan mengenyahkan kabut kezaliman
Dan fajar baru akan menyiratkan sinar terang di alam ini
Maka biarkanlah ruhmu terlepas menemui kerinduannya
Sehingga engkau melihat fajar lebih terang dari jauh
Saudaraku, apakah engkau terlihat bosan dengan berjuang
Dan menyimpan senjata tergolek begitu saja
Maka siapa lagi yang akan mengobati segala luka
Dan mengibarkan bendera kemenangan lagi?”
Saudara!
Seandainya kau tangisi kematianku
Dan kau siram pusaraku dengan airmatamu
Maka di atas tulang-tulangku
yang hancur luluh
Nyalakan obor buat umat ini
Dan
Teruskan perjalanan ke gerbang jaya
Saudara!
kematianku adalah suatu perjalanan
mendapatkan kekasih yang sedang merindu
Taman-taman di syurga Tuhanku bangga
menerimaku
Burung-burung berkicau riang menyambutku
Bahagialah hidupku di alam abadi
Saudara!
Puaka kegelapan pasti akan hancur
Dan alam ini akan disinari fajar lagi
Biarlah rohku terbang mendapatkan rindunya
Janganlah gentar berkelana di alam abadi
Nun di sana fajar sedang memancar
(Sayyid Quthb)