Angin

To run where the brave dare not to go

Catatan Akhir Ramadhan

Malam terakhir, Masjid Al Hikmah TELKOM Divre III

Segala puji bagi Allah azzawajalla yang telah menyampaikan aku di malam terakhir, Ramadhan 1429 H yang akan berakhir kurang dari 24 jam lagi. Ada kesan yang mendalam, ada kenangan yang tersisa di sini saat ini. Tentang perjalanan-perjalanan yang telah aku tempuh. Bagaimana aku melihat diriku sendiri dengan segala kesempurnaan dalam penciptaannya, kemudian tenggelam di lautan kelalaian dan kealpaan, hingga kesadarannya menyelamatkannya kembali untuk terus berlayar mengarungi samudera kehidupannya untuk mencapai tujuan yang abadi. Dalam hidup ini telah berlalu stasiun-stasiun kehidupan, sebagian menjadi kenangan yang indah untuk terus dikenang. Sebagian adalah stasiun yang kelam dan muram, yang jika dikenang menjadi pengingat akan dosa dan kealpaan yang menjadi kesedihan. Dan hidup ini akan terus berjalan, terus melangkah menemui stasiun-stasiun kehidupan yang lain hingga mencapai akhir yang tak tahu kapan. Yang pasti hanyalah tempat yang dituju itu sendiri. Biarlah aku berada dalam gerbong kehidupan yang membawaku. Yang terpenting adalah sikap. Bagaimana respon kita terhadap hal-hal yang terjadi di luar pada diri kita. Maka respon itu adalah buah apa yang ada jauh di dalam lubuk hati kita, yaitu keimanan. Sungguh malang orang hidup tanpa iman. Mereka kesepian di tengah keramaian, mereka kebingungan di antara petunjuk dan penanda arah yang ada di sekitarnya, lalu mereka lebih dahulu mati, sedangkan jasadnya masih hidup. Demikian karena ia telah kehilangan hakikat eksistensinya.

Demikian keimanan pun punya ceritanya sendiri. Ia adalah tombol yang menghidupkan seonggok tubuh bernama manusia. Menjadikannya hidup seutuhnya. Tidak seperti zombie-zombie yang kelaparan mencari mangsa, seperti halnya yang terjadi pada kemanusiaan sepanjang sejarahnya dan juga dewasa ini yang makin menjadi-jadi. Sebuah dunia yang menjadikan manusia mangsa bagi manusia lain. Iman memiliki siklus hidupnya sendiri. Yang dijaga oleh pemiliknya dan dipelihara berdasarkan petunjuk manual dari Yang menciptakannya. Ialah ibadah-ibadah mahdah yang merupakan santapan bagi iman. Sealin tentunya ibadah itu bernilai pahala dan berbuah keridhaan Allah swt yaitu surga.

Ramadhan adalah pos untuk menjaga, merawat, dan meng-upgrade iman. Ibarat dalam sebuah perjalan di mana kita membutuhkan stasiun pengisian bahan bakar, toilet, dan tempat istirahat. Di sini lah Allah swt menjamu para pemilik iman untuk datang, istirahat, lalu menyiapkan segala kebutuhannya selama perjalanan ke depan. Di sini kotoran menjijikan yang menempel di pemilik iman dibersihkan dengan air ampunan Allah yang maha luas. Di pos ini bekal perjalanan pemilik iman diisi penuh dengan pahala amal-amal yang Allah swt sediakan berlipat. Di pemberhentian ini bagian yang rusak diperbaiki dengan buah dari ibadah-ibadah shaum, tilawah al quran, zikir, shadaqah, dan shalat-shalat malam yang panjang. Di sini juga tempat bagi sang pemilik iman untuk mengorientasi medannya sambil mencocokan arah kompas dengan peta hingga ia mengetahui posisi dirinya, arah, dan sisa perjalanan yang harus ia tempuh. Yaitu melalui sunnah beruzlah yang Rasulullah saw contohkan dengan itikaf.

Semoga selepas pos perhentian ini, sang pemilik iman menjadi lebih siap untuk melanjutkan perjalanan berjuang menegakan keimanannya di belantara kehidupan, hingga ia menemui ajalnya di antara 11 bulan atau ia bertemu dengan Ramadhan berikutnya. Tentu saja dengan kondisi yang lebih baik dan kesiapan yang prima untuk dijemput pulang, karena ia telah berhasil dalam Ramadhannya.

Ramadhan-Ramadhanku beberapa tahun belakangan sungguh mengagumkan, semoga Allah swt meridhainya dan mengampuni segala kealpannya, karena aku bertemu Ramadhan di tengah-tengah usia pembelajaranku dalam pembentukan identitas diri dan identitas keislamanku. Aku sungguh bersyukur memasuki Ramadhan dengan segala fasilitas yang sangat membantuku mensyukuri nikmat bertemu dengan Ramadhan. Walaupun istighfar yang kulakuan semestinya lebih banyak lagi. Takut dengan segala kebengkokan niat dalam ibadah serta kekurangan ilmu untuk menjaga sunnah. Serta saat-saat di mana hawa nafsu lebih dominan mengendalikan diri ini. Terimalah ya Allah, shaum kami, tilawah kami, rukuk kami, sujud kami, beserta semua amal yang kami lakukan. Dan kami berlindung kepadaMu dari segala kemusyrikan yang kami sadari maupun tidak.

Kini aku teringat akan sebuah nasyid yang luar biasa yang pertama kukenal semasa masih bulan madu tarbiyah waktu SMA dulu. Ialah nasyidnya Suara Persaudaraan, temanya tentang perpisahan dengan Ramadhan. Indah. Menyentuh sekali. Ingin menangis rasanya saat menyenandungkan nasyid ini di tiap akhir Ramadhan.

Elegi Untuk AA

Album : Bara dalam Tazkiyah
Munsyid : Suara Persaudaraan

Tertatih aku mengejar bulan
Mengais sisa – sisa Romadhon
Terjatuh.. terpuruk dikeheningan

Ramadhanku telah pergi
Syawal tlah menjelang
Tinggalkan arti tujuh puluh tingkatan
Amal ibadah bagi insan beriman

Duhai sahabat pilihan Alloh
Di sini, dipertigapuluh terakhir
Kita bertemu dalam renungan
Satu jiwa satu hati dan satu iman

Tuhan kekalakan tali ini
Rekatkan dalam dzikir padaMu
Biarkan rindu kian bersemayam
Karena kasih dan cintaMu

Duhai sahabat pilihan Alloh
Dihari ke tujuh ba’da Romadhon
Hati masih sedih ditinggalkan
Seluruh jiwa terasa sakit
Tiada kawan penghibur
Kecuali Alloh semata

Hanya satu tumpuhan harapan
Jumpa Romadhon dengan izin tuhan
Madrasah perjuangan dan kesabaran
Menuju Ar-royan yang dijanjikan

One comment on “Catatan Akhir Ramadhan

  1. arifrahmanlubis
    October 3, 2008

    Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamualaikum wr wb

    Selamat hari Raya Idul Fitri 1429 H.

    Mohon maaf atas semua salah, khilaf, tulisan yang menyakitkan hati, menyinggung perasaan, serta bersitan-bersitan hati yang pernah berprasangka.

    Semoga Allah SWT menyempurnakan pahala ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini.

    Semoga Allah SWT selalu mencurahkan hidayahnya, agar kita mampu meningkatkan kualitas ibadah kita pada Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 1, 2008 by in Muhasabah and tagged , , .
%d bloggers like this: