Angin

To run where the brave dare not to go

Indonesia Kemarin dan Hari Ini

Naskah orasi saya sewaktu mengisi pelatihan LKS OSIS SMAN 3 Bandung, semoga menggugah…

Saudaraku,

Kita telah mengetahui dari apa yang kita, lihat, dengar dan rasakan. Apa yang terjadi di negeri kita kemarin dan hari ini. Kita telah sama-sama mengetahui dari apa yang kita baca dan saksikan, berapa juta orang yang hari ini masih tidak tahu apakah nanti sore ia masih bisa makan atau tidak. Berapa juta anak-anak yang hari ini masih tidak mengerti, mengapa ia ada di perempatan-perempatan jalan. Juga 2,3 juta jiwa bayi aborsi per tahun, yang tidak mengerti mengapa ibunya membunuhnya. Sama seperti bingungnya juga rakyat kecil, mengapa wakilnya menjadi aktor-aktor skandal porno atau kasus-kasus korupsi di gedung-gedung dewan yang katanya terhormat.

Saudaraku,

Indonesia kemarin dan hari ini telah membuat sebagian besar anak-anak negerinya menjadi tidak yakin apakah ia masih bisa berharap. Apakah ia masih bisa berharap bahwa ia bisa hidup dengan layak sebagai manusia di negerinya sendiri. Apakah ia masih bisa berharap bahwa keadilan ditegakkan di negeri ini.

Saudaraku,

Indonesia kemarin dan hari ini juga telah membuat sebagian anak negerinya makin apatis dan tidak peduli. Mereka-meraka yang sebetulnya hidup nyaman karena darah dan air mata orang lain, berpikir bahwa ia tidak memiliki tanggung jawab apa pun, kecuali atas apa-apa yang nyaman baginya. Pesta seks, narkoba, film-film cabul, musik-musik dangkal, sinetron-sinetron murahan adalah bahasa mereka.

Saudaraku,

Jika kita hanya berkaca pada apa-apa yang terjadi di Indonesia kemarin dan hari ini. Sepertinya sudah tidak ada lagi harapan di Indonesia ini. Seolah Indonesia ialah kapal yang hendak karam. Seolah ia adalah seorang yang nampak tua dan lelah, yang kurus dan terbungkuk.

Saudaraku,

Sesungguhnya sejarah telah mengajarkan kita bahwa semua bangsa yang besar sebelumnya pernah terpuruk. Demikian roda sejarah berputar dan Allah mempergilirkan kejayaan di antara umat manusia agar manusia mendapat pelajaran dan agar ada orang-orang yang berjuang, yang kita sebut mereka para pahlawan.

Oleh karena itu, saudaraku, akan segera tiba masanya keadilan dan kesejahteraan dirasakan oleh setiap nyawa yang hidup di tanah tumpah darah ini. Akan segera tiba masanya kejayaan Indonesia, menjadi negara yang kuat dan berdaulat, yang bukan hanya sanggup menyelesaikan masalah yang ada di dalam negerinya. Bahkan lebih dari itu, Indonesia akan menjadi kontributor peradaban. Menjadi guru peradaban, yang mengakhiri kedzaliman dan kesewenang-wenangan pemmipin dunia saat ini. Dan masanya itu akan segera tiba, insya Allah.

Saudaraku,

Tinggal kini pertanyaanya, bilakah masa itu datang? Dan apakah kita saat masa itu datang? Apakah kita kemudian menjadi penonton yang berteriak riuh rendah di pinggir lapangan menyoraki para pemain. Atau bahkan menjadi orang-orang yang berbuat kerusakan dan tidak berguna sama sekali, sehingga Allah memusnahkannya dan menggantinya dengan orang-orang yang sanggup memikul beban dan bertanggung jawab atas kaumnya. Dan kita percaya bahwa kita bukanlah keduanya.

Saudaraku,

Tinggallah kita yang menentukan kapan kah masa itu tiba, dan siapakah kita saat itu. Dan kita percaya bahwa masa kejayaan itu tidaklah lama lagi. Karena hari ini, saya melihat dengan mata kepala saya. Sekelompok pemuda yang siap mewujudkan segera masa kejayaan itu. Sekelompok pemuda yang memahami hakikat keberdaan dirinya. Sekelompok pemuda yang memiliki tujuan, hendak kemana ia melangkah. Sekelompok pemuda yang siap belajar lebih banyak. Sekelompok pemuda yang mau bekerja lebih keras. Sekelompok pemuda yang siap memikul amanah dan tanggung jawab yang besar. Sekelompok pemuda yang bukan hanya tanggung jawab atas diri dan keluarganya semata, melainkan bertanggung jawab atas sejarah bangsanya.

Saudaraku,

Latihan kepemimpinan ini bukanlah sekedar ide untuk regenerasi organisasi kesiswaan di SMAN 3 Bandung, bukan sekedar program kerja yang dilakukan OSIS, apalagi sekedar ajang unjuk eksistensi diri. Sesungguhnya latihan kepemimpinan ini ialah ide dan cerita akan Indonesia masa depan. Sebuah cerita tentang para pemimpin muda Indonesia yang sedang dipersiapkan dan akan membawa bangsanya menjadi guru peradaban.

Maka hari ini kita yakin, maka pada hari ini kita percaya, dan kita akan meneriakkan dengan lantang kepada negeri ini: BANGKITLAH NEGERIKU, HARAPAN ITU MASIH ADA!!!

11 comments on “Indonesia Kemarin dan Hari Ini

  1. Muhammad Tanri Arrizasyifaa
    February 3, 2009

    saya pikir, di SMA cara transfer nilai kita hampir selalu dengan menyanyikan senandung-senandung idealisme dan harapan..
    semoga selalu lahir iiwa-jiwa baru yang akan mempertahankan lagu-lagu itu agar terus diperdengarkan..

  2. 37degree
    February 11, 2009

    hmm,, bisa jd perbandingan dan referensi buat LKO (Latihan Kepemimpinan dan Organisasi) SMA sy yg dulu,,

  3. aqmal
    February 15, 2009

    kak! saya mah nggak baca artikel-nya…ntar yah kalo lg free….speedy euy!

    kak, saya jadiin blogroll tuh, komen yah!
    http://www.aqmaliaria.blogspot.com…nuhun

  4. robin septavyn
    February 17, 2009

    kang rihan, tambahin juga
    ” kalau kau tidak bergetar melihat anak – anak yang kurang gizi, orang – orang yang berbuat kejahatan karena terdesak oleh ekonomi, maka kau bukan saudara kami ”
    hehehe..

    saya sepenuhnya mendukung program kang rihan lah..
    good luck ya,,,

  5. aqmal
    February 19, 2009

    Indonesia…
    satu kata yang terlintas adalah kontribusi.

    Indonesia…
    beribu hal miris dibuatnya.

    Indonesia…
    sampai tua beruban pun nggak akan bosen ngebahasnya…

  6. yorga
    February 20, 2009

    berarti genap 2 taun lalu saya terpikat oleh senandung rintihan bangsa,

    jalan itu masih terbentang kan kang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 30, 2009 by in Pergerakan dan Peradaban.
%d bloggers like this: