Angin

To run where the brave dare not to go

Oleh-Oleh dari Mesir

(Tulisan ini sengaja ditulis karena banyaknya permintaan oleh-oleh dari para fans yang setia di Indonesia. Karena saya baik, jadi oleh-olehnya saya berikan bahkan sebelum saya pulang ke Indonesia, hehe, baik kan… ? Yang merasa sudah minta oleh-oleh atau diperkirakan nanti akan minta oleh-oleh saya tag di sini, biar kalo nanti mereka bilang “kang/ han oleh-olehnya mana?” saya bisa jawab; “kan udah!” hehe.. Untuk teman-teman yang belum di-tag, sanes kirang sono, tapi da maksimalnya ngan 30)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Catatan perjalan saya ini adalah bagian dari syukur atas nikmat yang Allah berikan khususnya di bulan Ramadhan 1430 H ini. Sebagaimana firman-Nya dalam QS Ad Dhuha: 11 “Wa amma bini’mati rabbika fahadits” (dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)). Dan saya berlindung dari sikap riya yang akan menghanguskan amal dalam sekejap, dan sikap sombong yang diwariskan iblis kepada pengikutnya. Semoga catatan ini memberikan wawasan baru, cakrawala baru, dan inspirasi bagi sahabat semua.

Part 1: Tentang Kepergian ke Kairo

Alhamdulillah mulai bulan Juli kemarin saya bergabung dengan sebuah MNC (multi national company) yang bergerak di bidang oil service sebagai Field Engineer. Seorang field engineer bekerja dengan kondisi beban kerja yang berat secara mental, fisik, dan intektual. Sebagai gambaran, field engineer di sebuah oil service company selalu stand by 24/7 kapan pun client membutuhkan untuk segera bergerak ke rig (sumur minyak) yang berada di remote area atau lepas pantai. Selain itu seorang field engineer bertanggung jawab atas aset (peralatan) perusahaan senilai 2 juta US$ yang dibawa ke area operasi dengan nilai proyek berkisar anatara 10.000 hingga 500.000 US$ yang biasanya dikerjakan dalam waktu 1-5 hari. Dengan kondisi seperti itu biasanya turn over rate (karyawan yang keluar) oil service company cukup tinggi, mengingat beban kerja demikian. Anyway, ada pepatah yang kira-kira menggambarkan kerja di oil service company: more day more pay, more pain more gain! Kira-kira foto berikut bisa menggambarkan.

Oleh karena itu biasanya oil service company gencar merekrut fresh graduate (apa pun jurusannya selama engineering, tidak mesti lulusan petroleum engineering) untuk mereka proses dalam sebuah sistem human resource development (training, jenjang karir, evaluasi) yang sangat cepat dan efektif. Karena tidak bisa mengandalkan orang (manusia) untuk jangka waktu yang lama, maka tipikal oil service company bergantung pada sistem rekrutmen dan jenjang jarir/ kaderisasi yang baik. Kompetensi karyawan dikur dengan ukuran yang akurat. Fasilitas pembelajaran untuk mengejar kompetensi terus dikembangkan mulai dari training center, on ojob traning, sampai ke modul multimedia berbasis internet. Bagaimana saya seorang insinyur listrik harus bisa menguasai proses oil well production sama seperti lulusan petroleum engineering yang sudah menggelutinya di kampus selama 4-5 tahun.
Well, inilah mengapa saya ke Kairo, yaitu dalam rangka training tahap 1 sebagai seorang Field Engineer. Sebetulnya perusahaan tempat saya bekerja memiliki beberapa training center antara lain; Skotlandia, Texas, Malaysia, dan Siberia selain Egypt. Kebetulan divisi saya selalu mengirimkan kadernya ke Egypt unutuk training tahap 1.

Terkait dengan waktu kepergian saya di Bulan Ramadhan, ada seuatu yang menarik yang semoga bisa menjadi hikmah bagi sahabat-sahabat semua. Bahwa betapa Allah maha kuasa untuk memberi hamba-Nya karunia dari arah yang tidak disangka-sangka. Biasanya seorang field engineer baru (engineer trainee) dikirim untuk training 3 bulan atau lebih setelah dia bergabung. Itu artinya jika saya bergabung bulan Juli, semestinya saya berangkat training bulan Oktober atau November, berarti selama Ramadhan saya masih bekerja sebagai engineer trainee di lapangan. Tahukah sahabat semua seperti apa pekerjaan engineer trainee? Teman saya dari India memberi gambaran: “You know the hierarchy in our company?, This is that the manager kicks senior engineer, senior engineer kicks crew chief, crew chief kicks crews, crews kick the dog, and the dog bites engineer trainee” haha, it means, engineer trainee adalah makhluk paling lemah dalam operasioan perusahaan yang bekerja dengan sepenuh otot dan (sedikit) otak. Hehe.. Hal wajar karena saya baru memasuki dunia yang sama sekali baru. Sahabat-sahabat bisa bayangkan, kerja stand by 24/7 di lapangan dengan suhu sekitar 35 derajat celsius di Bulan Ramadhan. Tentunya akan menjadi ujian yang sangat berat, dan pasti akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas ibadah mahdah di Bulan Suci Ramadhan. Hal ini lah yang membuat saya khawatir saat bergabung bulan Juli lalu, yaitu bingung bagaimana nasib Ramadhan tahun ini. Lalu yang saya lakukan adalah berdoa (doa menyambut Ramadhan sebagaimana yang disunnnahkan). Kun fayakun, Allah maha berkehendak, di bulan Ramadhan ini ternyata tidak menjadi seperti yang saya bayangkan, harus bekerja di lapangan, melainkan malah Allah ganti dengan Ramadhan di bumi para nabi dan ulama, Mesir. Bagaimana bisa? Ternyata kebijakan mulai angkatan saya berubah, engineer trainee dikirim untuk training tahap 1 dua bulan sejak dia bergabung jika kelas tersedia. Subhanallah walhamdulillah. Sungguh Allah maha memberi rezeki kepada hamba-Nya dari arah yang tidak disangka-sangka.

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS At Thalaq: 2-3)

Part 2: Mesir yang Saya Kenal

Mesir adalah negeri para Nabi alaihumussalam, sahabat radiyallahu’anhum, serta para ulama. Tercatat Nabi Yusuf pernah menjadi bendahara negara di sini. Nabi Musa berjuang menumbangkan kemungkaran bapaknya tiran, Firaun, di sini. Begitu pula para sahabat Radiallahu’anhum. Tahukah siapakah gubernur pertama Mesir di zaman khilafah Umar bin Khattab ra? Dia lah Amr bin Ash ra. Begitu pula berikutnya, Mesir tetap menjadi negeri para ulama, episentrum pemikiran dan pergerakan Islam. Tercatat Al Azhar sebagai universitas tertua yang masih ada hingga kini yang menjadi mercusuar pemikiran Islam. Beberapa yang saya kenal antara lain: Muhammad Abduh, serta Muhammad Rasyid Ridha di akhir abad 19/ awal abad 20. Keduanya adalah murid atau penerus fikrah Syaikh Jamaluddin al Afghani. Terlepas dari kekurangannya, mereka semua adalah ulama yang dikenal dengan fikrah tajdid, pemikiran pembaharu yang membawa semangat 1.) Ruju’ ila quran wa sunnah (kembali kepada Quran dan Sunnah), 2.) Bersikap objektif dan open mind terhadap budaya dan pemikiran barat, berada di tengah antara pemikir Islam yang anti modernisasi/ westernisasi dan pemikir yang membabi buta berkiblat ke barat. 3.) Menyerukan persatuan umat Islam yang dikenal dengan istilah Pan-Islamisme. Fikrah tajdid inilah yang lantas menginspirasi gerakan kebangkitan Islam di abad 20 mulai dari Maroko hingga Merauke. Gelombang pemikiran ini sampai ke Indonesia di antaranya menjelma menjadi Muhammadiyah dan Persis. Dan tentu saja di Timur Tengah yang menjadi pusat gerakan kebangkitan Islam, menginspirasi lahirnya harakah-harakah Islam di sana.

Berbicara tentang harakah Islamiyah, di Mesir lah lahirnya sebuah gerakan yang sering diklaim sebagai gerakan Islam terbesar di dunia saat ini, Ikhwanul Muslimin. Ikhwanul Muslimin didirikan oleh seorang guru berusia 22 tahun bernama Hasan al Banna pada tahun 1928 di Ismailiyah. Awalnya hanya enam orang yang berbaiat untuk setia berkhidmat pada dakwah Islam, dan hari ini disebut-sebut sudah ada di lebih 70 negara. Berawal dari dakwah di kedai-kedai kopi, kini dakwah Ikhwanul Muslimin di beberapa negara telah mendudukan kadernya sebagai menteri bahkan pemimpin di negara-negara tersebut. Salah satu yang paling fenomenal adalah Hamas di Palestina. Khas dan corak gerakan ikhwanul muslimin adalah tarbiyah (pendidikan) dan visinya ialah ishlah (perbaikan di semua sektor kehidupan) mulai dari diri individu, keluarga, masyarakat, bangsa, penegakan hukum, hingga penegakan daulah khilafah Islamiyah sehingga menjadi ustadziyatul’alam (soko guru peradaban) sebagai rahmatan lil’alamin. Semua itu dilandasi fikrah Islam yang Syaamil serta pegangan yang kokoh pada Quran dan Sunnah. Secara operasional yang menjadikan Ikhwanul Muslimin sebagai gerakan dakwah yang solid ialah ukhuwah yang tulus serta disiplin organisasi yang ketat yang dibangun atas pilar syura serta konsep qiyadah-jundiyah yang baik.

Ikhwanul Muslimin lantas berkembang pesat, bahkan seolah menjadi negara dalam negara saat itu, bahkan sampai Ikhwanul Muslimin terlibat aktif membebaskan Mesir dari penjajahan Inggris serta mengirimkan pasukan perangnya melawan Israel. Perkembangan yang luar biasa dari dakwahnya menjadikan Hasan al Banna sebagai orang yang paling dibenci oleh Penjajah Inggris dan musuh-musuh Islam lainnya yang berkolaborasi dengan pemerintah Mesir yang oportunis. Hasan al Banna ditembak pada 1949 hingga memperoleh ke-syahid-annya, Insya Allah. Kematiannya dirayakan di negara-negara barat saat itu. Subhanallah, demikianlah kehidupan orang-orang besar. Hanya berselang 21 tahun dalam kehidupannya, tinta emas sejarah peradaban dituliskannya dengan penuh kebanggaan atas semua amal dan pengorbanan yang diberikan. Singkatnya Ikhwanul Muslimin menjadi inspirasi bagi kebangkitan Islam tidak hanya di Mesir, atau arab, bahkan pengaruhnya ke seluruh dunia. Dan saya adalah satu di antaranya.

Kematian Hasan al Banna lantas tidak menjadikan dakwah Ikhwanul Muslimin menjadi surut, malah kematiannya menjadi inspirasi bagi seorang Sayyid Quthb asy Syahid yang awalnya seorang sekuler untuk bergabung dengan Ikhwanul Muslimin lalu menjadi mercusuar pemikiran Ikhwanul Muslimin gelombang kedua. Saat itu Sayyid Quthb sedang berada di Amerika dan dia heran mengapa di Amerika kematian Hasan al Banna dirayakan besar-besaran. Inilah awal perkenalannya pada gerakan tersebut. Beliau bergabung pada tahun 1950, kemudian menjadi pemimpin redaksi majalah Al Ikhwanul Muslimin. Pada tahun 1954 terjadi penangkapan besar-besaran yang juga disertai penyiksaan yang keji kepada aktivis Ikhwanul Muslimin yang dilakukan oleh Gamal Abdul Nasser termasuk kepada Sayyid Quthb. Gamal Abdul Nasser awalnya ialah kader inti Ikhwanul Muslimin yang juga seorang militer. Pada tahun 1952 Gamal Abdul Nasser dengan kekuatan militernya berkolaborasi dengan Ikhwanul Muslimin menjatuhkan rezim pemerintahan Mesir sebelumnya yang pro-barat. Namun setelah Nasser menjadi presiden, ia malah berbalik menjatuhkan Ikhwanul Muslimin dan menjadi seorang yang sekuler. Sayyid Quthb dipenjara mulai tahun 1954 hingga 1964. Selama masa itu beliau menulis masterpiece-nya: Fi Dzhilalil Quran, sebuan karya tafsir yang sarat dengan nilai sastra dan perenungan yang tinggi karena penulisnya sendiri merasakan hidup yang demikian, menjadi penentang tirani dan penyeru kepada cahaya. Tahun 1965-1966 Sayyid Quthb kembali ke penjara atas tuduhan makar karena tulisannya yang terakhir: Ma’alim fii Thariq (petunjuk jalan). Kemudian pada Agustus 1966 beliau kembali ke kehidupan yang abadi sebagai seorang syuhada melalui tiang gantungan. Apakah kematian Sayyid Quthb menjadikan Ikhwanul Muslimin pudar? Sama seperti kematian pendirinya sebelumnya, sedikit pun tidak. Malah muncul lebih banyak para dai dan pejuang Risalah Tauhid yang berhimpun dalam gerakan itu; Muhammad Al Ghazali, Ma’mun Al Hudaibi, Yusuf al Qaradhawi, Syaikh Ahmad Yassin, Abdul Azis Ar Rantisi, hingga pemimpinnya saat ini; Mahdi Akif, serta semua kadernya yang telah menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Manusia-manusia telah berlalu sejumput umurnya. Tetapi fikrah, risalah tidak akan pernah pudar. Ada kafilah panjang yang menjaganya. Dari Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad hingga hari ini. Cahaya tidak akan padam. Saat cahaya itu padam, saat itulah seisi alam semesta berakhir kehidupannya. Di negeri Mesir ini gerakan kebangkitan Islam di abad 20 dimulai, dari enam orang, dari kedai-kedai kopi. Dan aku bersyukur telah mengenalnya sejak jauh hari. Dan hari ini, di negeri kebangkitan dan perjuangan Islam, aku berada.

– naha jadi asa teu nyambung kieu notes teh jeung carita jalan-jalan di Mesir? ah bae weh, note-note urang ieu, sakumaha urang weh,, hehe –

9 comments on “Oleh-Oleh dari Mesir

  1. errick
    September 7, 2009

    like this

  2. rumdana
    September 10, 2009

    Ass.Hallo Gank Ustadz,masih AMW? tos dugi mana ngalalakon di W?

  3. antikapitalis
    September 23, 2009

    Katanya rihan ini dulu pejuang anti kapitalisme?
    Kok bekerja di perusahaan kapitalis?
    Dikemanain prinsip2nya yg dulu?

    • Muhammad Rihan Handaulah
      September 24, 2009

      man, dulu kita jarang diskusi sih, sehingga lw belum ngerti apa arti “anti kapitalis”, dan bagaimana-nya, yang ada di kepala gw..
      kalo mau diskusi sekarang hayu, kalo mau dijawab nanti, mungkin lw akan lebih puas..

      terima kasih udah ngingetin, doakan gw juga untuk tetap istiqamah..

      salam hangat

  4. ibnu rumdana
    November 5, 2009

    Ass.Hallo Genk…Ustadz,barangkali bisa berbagi informasi yang lengkap terkait pandangan Hidayat Nur Wahid di koran Republika 4 Mei 2009, ketika ditanya didepan pengusaha Tionghoa ketika ditanya “apakah PKS akan menjadikan Indonesia sebagai negara islam jika menang pemilu”, jawab Hidayat Nur Wahid “tidak” PKS adalah orpol yang bersifat nasional, kami mengikuti hukum Indonesia yaitu UU parpol dan UUD 45…di masyarakat bergulir 1.Apakah ini bukti bahwa PKS dan HNW tidak memperjuangkan syariat islam, 2.Apakah ini bukti kalau kalau PKS dan HNW lebih takut kepada pengusaha Tionghoa drpd kpd Allah dg menginkari kewajiban menegakan syariat islam, 3.Bukankah seharusnya menjelaskan syariah kpd pengusaha Tionghoa sampai mereka tahu dan tidak takut…

  5. aan setiawan
    November 29, 2009

    asw, pa kabar bro Rihan??? pa kabar tad??🙂

  6. ikhwanabd
    April 30, 2010

    boy,sayang ga sempet ngecek ke pengurus IM sana…bahwa P*S tdk diakui sbg IM di indonesia.sekian saja.cuma numpang ngejunk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 4, 2009 by in Pergerakan dan Peradaban.
%d bloggers like this: