Angin

To run where the brave dare not to go

Manajemen Kangen

Ah, rutinitas. Kata yang menjadi momok bagi sebagian besar orang. Khususnya bagi mereka yang hidupnya telah mapan. Seolah-olah hidupnya terjamin dengan pekerjaan yang ada. Atau seorang pelajar maupun mahasiswa yang setiap hari nyaris mengalami proses yang berulang. Rutinitas ini berpadanan pula dengan kata lain yaitu kejenuhan.

Apa definisi yang layak untuk kedua kata ini di kamus seorang muslim? Jikakah seperti para silent majority di negeri ini, seperti para eksekutif di perkantoran Jakarta. Lima hari mereka berusaha dengan luar biasa keras. Dua hari kemudian mereka menikmati akhir pekannya, menghabiskan sebagian besar hasil lima hari kerja kerasnya, sambil hanya menyisakan sedikit untuk hari tuanya. Atau seperti para sebagian profesional lapangan, pekerja di ladang minyak atau pertambangan. Memeras keringat di empat minggu ON-nya untuk bekerja lalu memeras keringat dua minggu OFF-nya untuk bermain. Work hard play hard! kata mereka.

Ataukah seperti abang becak. Kejenuhan yang tak terkira saat menunggu ada seorang dua orang yang mau menumpang becak miliknya. Kemudian beriang hati saat menerima ongkos dari penumpangnya. Kemudian menunggu lagi. Atau seperti prajurit yang berjaga di pos. Dan melakukan rutinitas yang sama. Menunggu, melapor, serta menaikan atau menurunkan bendera.

Bilakah tilawah 1 juz per hari, solat berjama’ah di masjid setiap waktu, Al Ma’tsurat setiap pagi dan pentang, dan amal yaumian lainnya menjadi sebuah rutinitas? Kepenatan pun datang dalam rapat-rapat, liqa’at pekanan, kuliah, praktikum serta aktivitas rutin lainnya?

Terlepas dari semua kebaikan yang telah aku raih tersebut, aku berpikir tentang hal yang disinggung di atas? Apa definisi yang layak ada di kamus kita tentang kata rutinitas dan kejenuhan. Ternyata kejenuhan itu muncul dalam usaha menghilangkan kejenuhan itu sendiri? Seperti para eksmud tersebut yang jenuh clubbing di tempat yang sama dalam rangka menghilangkan kejenuhan di tempat kerjanya. Sehingga ia pun jenuh kembali dalam usahanya menghilangkan kejenuhan karena usahanya menghilangkan kejenuhan yang semula itu. Inikah yang dikatakan kepalsuan di atas kepalsuan?
Apakah aku sekarang yang kangen dengan Bandung dan semua aktivitas di sana seperti “kangen”;

Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya,
Menahan rasa ingin jumpa,
Percayalah padaku aku pun rindu kamu,
Ku akan pulang melepas semua kerinduan yang terpendam

Sesungguhnya kejenuhan dan kerinduan adalah ekspresi, gejala dari yang ada di dalam sana. Karena jiwa, kata Anis Matta, punya hajatnya. Seperti tubuh yang butuh makan dan istirahat. Nah di sini lah akar masalahnya, kepada apa/siapakah jiwa itu hajatnya. Seperti orang dimabuk cinta yang rela menggadaikan dirinya untuk kekasihnya, karena hajat jiwa jauh lebih keras tarikannya.

Maka hajat jiwa itulah yang menjadikan Khalid bin Walid berkata, ”aku lebih senang berjaga di perbatasan di sebuah malam yang dingin daripada melewatkan malam pengantin baru yang hangat”. Karena Khalid bin Walid punya hajat jiwa yang berbeda, yaitu surga. Definisi yang berbeda lah yang menjadikan Syaikhul Islam ibnu Taimiyah bersenandung dengan riangnya,

Apa yang dapat dilakukan penguasa zalim itu kepada ku
Sesungguhnya surga ada di dalam hatiku,,
Jika aku dipenjara, itu adalah uzlah dengan Rabb-ku
Jika aku diasingkan, itu menjadi rihlah buat ku
Jika aku dibunuh, mudah-mudahan itu adalah kematian yang menjadikanku syahid.

Dengan senandung itu pula beliau menulis masterpicenya, Majmu’ Fatawa yang tebalnya tak terkira, dengan arang di dalam penjara!

Maka pertanyaan bagi sebagian dari kita, para pesakitan, yang sering futur dalam aktivitas yang sering dibanggakan dengan menyebutnya ”Proyek Peradaban”, kepada apa/siapakah hajat jiwamu itu? Maka bagaimanakah jenuh itu bisa datang kalau memang hajat jiwamu untuk sesuatu yang kekal, abadi, dan mutlak.

Ditulis 28 Juni 2007, diedit 14 Maret 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 13, 2010 by in Self and Org. Development.
%d bloggers like this: