Angin

To run where the brave dare not to go

Coldplay Myloxyloto Concert, not Just a Concert

Pernah setahun yang lalu saya memasang status di fb seperti ini: “Jika hanya boleh seumur hidup sekali menonton satu konser, maka itu konsernya Coldplay”

Hanya lintasan pikiran, sekedar obesesi sederhana yang mewakili sifat homo ludens (manusia yang bermain) saya. Tidak pernah juga saya meniatkan sunnguh-sungguh untuk mengusahakannya. Sampai dua minggu yang lalu saya yang sedang berkunjung ke KBRI di Den Haag untul lapor diri melihat umbul-umbul di sudut jalan: Coldplay MyloXyloto Concert, 6 Sep 2012, Malieveld, The Hague. Tiba-tiba lintasan pikiran yang saya tulis di facebook setahun lalu itu bertransformasi dari sekedar lintasan pikiran menjadi gagasan lalu keinginan.

Awalnya pesimis juga untuk bisa mendapatkan tiketnya karena konser band-band dunia biasanya sudah habis sejak dua bulan sebelum pertunjukan. Tapi tak mengapa saya coba dulu cari di situs coldplay.com dan ternyata masih ada tiketnya. Belakangan saya tahu bahwa ternyata ada sedikit tambahan tiket yang dikeluarkan panitia menjelang hari-H. Padahal teman saya yang tinggal di Amsterdam sudah kecewa karena tidak kebagian tiket walaupun ia mencoba memasannya sebulan yang lalu. Alhamdulillah, emang rejeki nih. Harga tiketnya tidak murah tapi juga tidak terlalu mahal (untuk ukuran eropa), hanya 60 Euro, kira-kira sama seperti tiket pertandingan sepakbola liga-liga Eropa.

Walau saya tidak bisa bermain satu pun alat musik dan saya biasa menyumbang lagu (maksudnya membuat sebuah lagu menjadi sumbang) tapi saya termasuk penikmat musik. Walau saya mengoleksi banyak file di Mp3 list saya, hanya sedikit yang benar-benar saya suka. Selain beberapa grup nasyid tentunya saya adalah penikmat sejati Ebiet G. Ade dan Abah Iwan, untuk band barat saya hanya suka The Beatles dan untuk band jaman ini ialah Coldplay. Saya pertama tahu Coldplay waktu kelas 1 SMA, saat itu saya sekamar dengan emang saya yang kebetulan beli album Coldplay pertama: Parachute.

Coldplay memiliki cari khas musik yang sangat kuat, susah menggolongkan coldplay ke dalam aliran musik apa dan susah membandingkan coldplay dengan musisi lain karena coldplay ya coldplay. Saya bisa mengatakan musik coldplay sebagai musik yang progresif dan positif. Progresif dari segi irama dan hentakannya, coba dengarkan misalkan lagu Clock, Speed of Sound, Viva la Vida, atau Every Teardrop is a Waterfall. Ada semacam adrenalin yang disuntikan ke pendengarnya yang membuat kita ingin bergerak dan “cenghar”. Dan jika pun lagu-nya lambat seperti Fix You atau Trouble maka nadanya nyaman dan melarutkan perasaan negatif. Positif karena liriknya cerdas dan “nyakola”. Tema-temanya bukan tema kacangan dan jika temanya cinta bukan picisan. Misalnya Viva la Vida yang bicara tentang revolusi atau fix-you yang sangat terkenal untuk obat sakit hati karena gagal atau kecewa ditolak,hehe. Jangan heran kalau lagu-lagu coldplay adalah lagu favorit mahasiswa ITB yang sedang mengerjakan Tugas Akhir, silakan disurvey.

Hari yang dinanti tiba. Kamis Sore saya datang ke Den Haag naik kereta dari Delft yang hanya ditempuh dengan 11 menit. Ternyata Malieveld ialah semacam alun-alun, atau kalau di Bandung mah Gasibu, tapi dengan ukuran berkali lipat Gasibu. Jadi letaknya tepat di tengah kota, hanya berjalan kaki 10 menit dari stasiun Den Haag Centraal. Tidak susah untuk masuk ke lokasi acara karena panitia membuat banyak sekali pintu masuk. Barcode tiket pun discan dan ditukar dengan gelang. Belakangan saya tahu bahwa gelang penanda penonton itu bernama Xylobands dan bukan sekedar gelang, tapi bagian dari pertunjukan itu sendiri.

Saya masuk ke lokasi acara jam 19.30, dan coldplay dijadwalkan tampil pukul 21.00. Alhamdulillah saya masih bisa mendapatkan tempat berdiri yang cukup dekat dengan panggung. Teman-teman Indonesia lain bela-belain datang jam 3 sore bahkan ada yang sejak jam 12 siang demi melihat Chris Martin dkk dari dekat. Konser diawali dengan penampilan supporting band Marina and The Diamond. Walau baru pertama tahu tapi penampilannya memukau saya. Suara vokalis ceweknya tinggi melengking seperti penyayi seriosa dan personel grupnya berpenampilan rapi pakai rompi dan jas kupu-kupu memainkan musik beraliran alternatif pop.

Setelah satu setengah jam berlalu waktu yang ditunggu pun tiba. Semua lampu dimatikan lalu serentak Chris Martin dkk muncul ke panggung. Laser dinyalakan dan lima bigscreen berbentuk lingkaran berukuran raksasa memainkan grafis yang wow. Dan yang paling memukau dan mengejutkan ialah gelang penonton yang kami pakai tiba-tiba menyala berkelap-kelip mengikuti irama lagu Mylo Xyloto yang cepat. Gelang Xylobands yang ajaib ini ternyata bekerja dengan prinsip RFID, seperti mobil remote control. Operator bisa menyalakan serentak 75,000 gelang yang dipakai penonton dengan pola tertentu. Kecanggihan teknologi dan ide yang memukau.

Menikmati konser coldplay bukan sekedar karaoke masal, tapi lebih dari itu ini benar-benar sebuah show, it’s not just a concert but it’s an experience! Dimana dimensi indra kita dipukau dengan cara yang wow. Sudah jelas kualitas musiknya ditambah dengan kecanggihan visual art yang jenius dan sophisticated. Big screen bukan hanya sekedar menampilkan video atraksi personel band di atas panggung agar kelihatan oleh penonton di belakang, tapi menampilkan visual art yang berbeda-beda untuk tiap lagu. Misal saat lagu Yellow maka warna kuning mendominasi visual panggung dengan canggih dan memukau. Juga di bagian terakhir lagu Charlie Brown, Chris Martin melemparkan gitarnya ke udara dan di layar ditampilkan slow motion jatuhnya gitar tersebut. Keren sekali. Atau lagu Princess of China yang menampilkan Rihanna di layar dengan grafis yang memukau.

Setiap lagu punya tema yang berbeda-beda. Misalkan lagu fix-you yang sendu maka yang ditampilkan adalah siluet Chris Martin yang sedang bermain piano, nuansanya gelap dan hitam. Ditambah permainan laser yang selalu berbeda tiap lagu. Kadang juga kembang api dimunculkan dengan cara yang tidak biasa. Ada lagi kertas-kertas flouresen berbentuk kupu-kupu yang dihamburkan memenuhi langit Malieveld dengan warna-warna yang berpendar. Ide dan kreatifitas coldplay memang gila dan tak terbatas. Saat lagu Paradise misalkan tiba-tiba ke arah penonton terlontar bola-bola plastik ukuran besar yang bisa kita lempar-lempar. Atau suatu saat tiba-tiba mereka menghilang dan dua menit kemudian sudah ada di panggung kecil yang terletak di bagian belakang lapangan. Entah lewat mana mereka bisa sampai kesana. Dan seperti konser-konser Myloxyloto lainnya, Every Tear Drop is a Waterfall ialah lagu kojo untuk menutup konser, klimaksnya sampai.

Malam itu saya benar-benar terpana dengan ide dan kreatifitas yang bisa manusia ciptakan. Sungguh akal ini adalah anugerah yang luar biasa dari Allah swt yang bisa menembus ketidakmungkinan-ketidakmungkinan. Mungkin level eksitasi emosi dan gagasan saya malam itu sama seperti jika saya naik gunung dan melihat pemandangan alam yang megah dan memesona. Hanya dalam bentuk yang berbeda, yang satu diciptakan langsung oleh Allah swt, dan yang satu lagi melalui akal manusia yang juga ciptaannya.

Konser Coldplay tadi malam mengingatkan saya pada suatu malam di Gunung Burangrang, saat Pendidikan Dasar Wanadri 2008 yang saya ikuti sedang berada di titik puncak keganasan dan kelelahannya. Kita lalu dikumpulkan dan ada Abah Iwan di depan, beliau mengambil gitar dan memetiknya, sambil bercerita dan menyampaikan nasehat-nasehat hidup serta ditemani api unggun, suaranya yang khas menyanyikan bagi kami Balada Seorang Kelana, Detik Hidup, Pemuda Pengembara, Doa, Rindu Rasul dan apalagi kalau bukan Mentari. Relieving! Kira-kira begitulah kualitas konser Coldplay jika mau dibandingkan. Priceless.

Oleh-oleh dari Den Haag, 6 Sep 2012

One comment on “Coldplay Myloxyloto Concert, not Just a Concert

  1. sasjend
    September 18, 2012

    tulisan yang menarik, sangat baguss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 7, 2012 by in Self and Org. Development and tagged , , , .
%d bloggers like this: