Angin

To run where the brave dare not to go

Puisi: Pulang

Aku datang sore ini

di gerbangmu engkau menyapa dengan senyum terindah

sehangat dan semesra dahulu

seperti engkau melepasku dengan tangis ke-ridha-an

dan engkau berdoa “Allah selalu bersamamu”

Aku pulang sore ini

dengan segala luka dan kekotoran

ijinkan aku membasuhnya dengan airmu

seperti dulu dinginnya mengawali hari-hariku

menyadarkanku dari sisa-sisa mimpi semalam

untuk bangun dan menghadapi hidup di hari-hari yang selalu mengagumkan

agar aku selalu punya kekuatan untuk menapak dan melangkah

mengarungi hidup yang entah kemana lagi akan kulalui

Aku kembali sore ini

dengan segala lelah dan gundah

ijinkan aku sejenak berbaring di tubuhmu

biarkan aku menghirup udaramu

agar pikirku, sadarku tetap terjaga

bahwa lelah dan gundah ini bukan sia sia

bukan tanpa arti

Aku mencintaimu seutuhnya

karena hidup bukan sekedar catatan tanggal dan tempat

di atas tanah, dalam suatu waktu, dan manusia-manusia

ia adalah peristiwa, ia adalah narasi

dan bukan sekedar peristiwa-peristiwa,

ia adalah skenario indah dari Sang Maha

Maka sekali lagi, izinkan aku mencintaimu

sebagai ucapan terimakasihku kepadaNya

atas satu episode hidup dan kehidupan di atas tanahmu

yang indah dan menakjubkan

Image

Ditulis di Duri, 24 Syawal 1431 H

Lintasan ide di Gerbang Tol Pasteur, 23 Ramadhan 1431 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 15, 2014 by in Muhasabah.
%d bloggers like this: