Angin

To run where the brave dare not to go

Puisi: Titik Nadir

22 August 2010 at 18:29

Di titik nadir,
ia menyadari kefanaan atas apa yang ada pada dirinya
ia dari tanah dan akan kembali pada tanah
dan semua yang ada di atas tanah hanyalah tanah
tak lain karena tiupan kasih sayang penciptanya
ia ada

Di titik nadir,
ia tersadar ia nyaris tak miliki kuasa apa pun
yang ia dapatkan dan semua kehebatan dirinya
tak lebih dari konspirasi dan sekuen kejadian-kejadian
yang memungkinkan itu semua terjadi

ia kini mengetahui bahwa Ia maha berkehendak
tinggal hanya satu ruang kecil yang ia miliki mutlak
ruang pilihan yang atasnya ia akan ditanya
dan ia tahu bahwa Dia maha adil

Di titik nadir,
ia mengerti bahwa di hidup ini tidak ada kesenangan yang bertahan
sebagaimana ia mengerti tiada kesedihan yang selamanya
semuanya hanya siklus,

rangkaian episode yang terus berulang
dari satu kemudahan kepada satu kesulitan
dari satu kesulitan kepada satu kemudahan yang lain
hidup ini hanya antara senja dan fajar

Di titik nadir,
sejenak ia berpikir bahwa semua obsesi dan mimpinya
ialah kesia-siaan belaka
kecuali bahwa semua itu ialah titah penciptanya
serta ungkapan terima kasih atas semua kemurahan tak terperi

Di titik nadir,
eksistensinya sublim dalam ketidakberdayaan
kebesarannya luruh dalam kepasrahan
ambisinya terhembus bersama doa
ia hanya mencari jalan pulang
karena ia dipanggil

” Hai jiwa yang tenang.
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha lagi diridai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,
dan masuklah ke dalam surga-Ku.”

….

….

….

Kala fajar itu, ia tersimpuh dalam tutur yang sempat disampaikan Chairil Anwar,

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cahya-Mu panas suci
tinggal kerdip lilin di malam sunyi

Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintu-Mu mengetuk
aku tidak bisa berpaling.

Duri, 13 Ramadhan 1431

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 15, 2014 by in Muhasabah.
%d bloggers like this: